Nilai Ilmu dan Akal
Segala sesuatu jika melimpah akan murah nilainya kecuali ilmu dan akal, setiap bertambah salah satunya pasti akan semakin mahal nilainya.
(Abdul ’Aziz As-Salman, Iyqaazhu Ulil Himamil ‘Aliyyah, hal. 20)
================
Hakikat Mencari Ilmu dan Harta
Carilah ilmu dan harta di dalam kehidupan.
Ilmu untuk menghilangkan kebodohan dari dirimu dan orang-orang mukmin.
Adapun harta untuk menggunakannya dalam perkara yang Allah ridhai, bukan untuk mengumpulkan dan berbangga-bangga, yang dengan keduanya kamu menjaga kepemimpinan atas manusia.
Karena sesungguhnya manusia terbagi dua: orang khusus dan orang awam.
◽️ Orang-orang khusus (pilihan) dari orang mukmin mengutamakanmu dikarenakan kebaikanmu.
◽️ Sedangkan orang awam memandangmu berdasarkan apa yang kamu miliki.
(Abdul ’Aziz As-Salman, Iyqaazhu Ulil Himamil ‘Aliyyah, hal. 70)
================
Perbandingan Ilmu dan Harta
Ilmu itu lebih baik dari harta karena ilmu akan menjagamu. Adapun harta, kamu yang menjaganya.
(As-Sa’di, Ar-Riyadhun Nadhirah, hal. 68)
================
Harta itu Pelayanmu
Sesungguhnya harta ini, yang kamu terus berusaha untuk mendapatkannya, kenyataannya ia diciptakan bagimu.
Lalu, bagaimana kamu menjadikan dirimu sebagai pelayan bagi harta itu? Seharusnya, harta itu yang menjadi pelayanmu.
(Al-Utsaimin, http://ar.miraath.net/book/Advice-for-traders)
================
Hindari Kebodohan!
Kebutaan itu lebih baik daripada kebodohan.
Karena, yang dikhawatirkan dari kebutaan adalah jatuh ke dalam lubang sedangkan yang ditakutkan dari kebodohan adalah terjerumus dalam kebinasaan.
(Abdul ’Aziz As-Salman, Iyqaazhu Ulil Himamil ‘Aliyyah, hal. 18)
📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚