πΊ Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf al-Atsari hafizhahullah
by Forum Salafy
π₯ https://t.me/videofawaaidhsf/128
✏️ Mu'tamir bin Sulaiman (187 H) rahimahullah berkata,
كتب إلي أبي، وأنا بالكوفة: «يا بني اشتر الورق واكتب الحديث؛ فإن العلم يبقى والدنانير تذهب
🔗 "Bapakku (yakni Sulamain bin Tharkhan,pen) menulis surat kepadaku ketika aku di Kufah, 'wahai anakku, belilah kertas dan catatlah hadits. Karena sesungguhnya ilmu akan tetap ada sementara dinar-dinar akan hilang." (Jami'u Bayanil Ilmi wa Fadhlihi no.292)
✏️ Az-Zubair bin Bakkar rahimahullah (256H) berkata,
"Bapakku menulis surat kepadaku, ia berkata, 'wahai anakku, wajib atasmu (menuntut) ilmu. Karena sesungguhnya, demi Allah ilmu itu lebih baik bagimu daripada warisan bapakmu." (Al-Madkhal Ila As-Sunanil Kubro no.399)
✏️ Dari Tsumamah bin Abdillah bin Anas, ia berkata,
"Bahwasanya Anas Radhiallahu 'anhu dahulu berpesan kepada anak-anaknya, 'wahai anakku, ikatlah ilmu dengan catatan." (HR. Abu Khaitsamah dalam Al-Ilmu no.120)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌴 Shalih bin Kaisan berkata,
روى معمر، عن صالح قال: اجتمعت أنا وابن شهاب, ونحن نطلب العلم فاجتمعنا على أن نكتب السنن, فكتبنا كل شيء سمعنا، عن النبي -صلى الله عليه وسلم- ثم قال نكتب ما جاء، عن أصحابه فقلت: ليس بسنة فقال: بل هو سنة فكتب ولم أكتب, فأنجح وضيعت.
🌻 "Aku pernah berkumpul bersama Ibnu Syihab pada saat kami sedang menuntut ilmu. Kami pun sepakat untuk menulis sunnah-sunnah. Lalu kami menulis segala sesuatu yang kami dengar dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
🔹 Kemudian ia (yakni Ibnu Syihab,pen) berkata, "Mari kita tulis apa yang datang dari para shahabatnya."
🔸 Aku menjawab, " (apa yang datang dari shahabat) bukan sunnah ."
🔹 Ia menjawab, "bahkan ia juga sunnah."
☑️ Lantas ia menulisnya sedangkan aku tidak menulis. Maka ia berhasil sementara aku telah menyia-nyiakan (sunnah para shahabat)."
🌍 Siyar A'lam An-Nubala (6/168)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
✍🏻 *Ditulis oleh:* Ustadz Muhammad as Seweed _hafizhahullah_
Problem umat Islam di Indonesia ini, atau bahkan di dunia hari ini, bukanlah kemiskinan atau keterpurukan ekonomi, bukan pula krisis kekuasaan seperti yang dikatakan oleh kaum Khawarij.
Problem kaum muslimin terbesar pada hari ini adalah krisis ilmu tentang agama mereka sendiri. Akibatnya, mereka diombang-ambingkan oleh tipuan-tipuan musuh Islam. Ini tidak terjadi begitu saja, tetapi akibat makar yang dilancarkan sejak lama. Musuh-musuh Islam itu berupaya dengan berbagai cara agar kaum muslimin jauh dari agama mereka; sibuk dengan “sesuatu” yang lain sehingga lupa pada agama mereka sendiri. Tidak memahami tauhid. Tidak memahami Sunnah. Salah paham terhadap agama.
Berikutnya, mereka akan melancarkan serangan dengan berbagai cara.
Mereka tahu bahwa kalau kaum muslimin kembali ke jalan agama yang benar, niscaya menjadi jaya. Kaum muslimin akan kuat. Negeri mereka akan makmur dan mereka tidak mau lagi menjadi budak-budak musuh Islam. Akibatnya, musuh Islam tidak lagi bisa menyedot kekayaan negeri kaum muslimin dengan mudah. Martabat kaum muslimin semakin mulia dan mereka merdeka dengan sebenar-benarnya.
وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ
“Kalau saja penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami bukakan untuk mereka barakah dari langit dan dari bumi ....” *(al-A’raf: 96)*
فَٱللَّهُ يَحۡكُمُ بَيۡنَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ وَلَن يَجۡعَلَ ٱللَّهُ لِلۡكَٰفِرِينَ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ سَبِيلًا
“... _maka Allah akan memberi keputusan di antara kalian pada hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang beriman.”_ *(an-Nisa: 141)*
Mereka tahu bahwa mereka tidak akan bisa menang jika kaum muslimin kokoh di atas agama.
Berikutnya!
Mereka akan menanamkan ajaran-ajaran Islam “palsu”, yaitu berbagai aliran sesat dan kufur, untuk memecah belah kaum muslimin.
Mulailah bermunculan segala macam aliran sesat, agama baru, pemahaman nyeleneh yang didukung habis oleh media-media mereka. Ada Syiah, Khawarij, Mu’tazilah, bahkan aliran wihdatul wujud ala Syekh Siti Jenar.
Mereka tidak peduli aliran apa pun, agama apa pun. Yang penting bagi mereka adalah ABI: Asal Bukan Islam. Maksudnya, asal bukan Islam yang benar. Asal bukan tauhid. Asal bukan sunnah. Asal bukan pemahaman yang benar, yaitu pemahaman para sahabat.
Mereka akan mendukung aliran sesat apa pun. Sebab, mereka tahu bahwa semua aliran sesat, aliran kufur, pasti bertentangan dengan tauhid dan sunnah, dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan pertumpahan darah.
Hal ini seperti yang dikatakan oleh Abu Qilabah,
_“Tidaklah satu kaum mengadakan ajaran baru, kecuali akan berakhir dengan pertumpahan darah.”_
Inilah yang mereka harapkan.
Belum berubah strategi mereka. Devide et empera.
Jika cara ini tidak berhasil, mereka masih punya rencana B. Mereka menawarkan kepada para tokoh-tokoh ulama dan politisi untuk meleburkan semua agama (sinkretisme). Tentu dengan berbagai label yang menarik—Islam sejuk, Islam luwes, Islam bijak, Islam soft, Islam terbuka, Islam warna-warni—yang sesungguhnya hanya ungkapan lain untuk Islam liberal yang berupaya mendekatkan semua agama.
Mereka akan menggambarkan dengan indah bahwa ajaran tersebut dapat mempersatukan semua agama dan menenteramkan sebuah negara. Akan tetapi, sebenarnya semua itu mereka tawarkan agar kaum muslimin meninggalkan agama Islam yang sesungguhnya, yaitu agama amar makruf nahi mungkar:
Menyuruh kepada tauhid dan melarang kesyirikan.
Menyuruh kepada sunnah dan melarang kebid’ahan.
Bisa ditebak. Apa yang paling mereka benci? Siapa yang paling mereka musuhi?
Tentu dakwah tauhid dan sunnah beserta para pengusungnya.
Siapa pun, di mana pun, dari negara mana pun, jika mengajak kepada ajaran Islam yang benar, mengajak pada tauhid dan sunnah, niscaya akan diserang dengan berbagai tuduhan. Mereka akan dijatuhkan dengan berbagai cara, melalui berbagai media.
Itulah sunnatullah, kebiasaan yang diciptakan Allah di muka bumi ini.
وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا شَيَٰطِينَ ٱلۡإِنسِ وَٱلۡجِنِّ يُوحِي بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ زُخۡرُفَ ٱلۡقَوۡلِ غُرُورًاۚ
_“Demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh-musuhnya, yaitu setan-setan dari kalangan jin dan manusia.”_ *(al-An’am: 112)*
Jika nabi yang diutus oleh Allah, pembawa panji tauhid yang pertama dan utama, memiliki banyak musuh dari kalangan jin dan manusia, demikian pula para pengikutnya yang membawa apa yang beliau bawa, tentu juga akan memiliki banyak musuh.
Namun, inilah yang namanya jihad.
Mereka menyerang pembawa dakwah tauhid dan sunnah dengan berbagai peluru syubhat (baca: pengaburan dan tipu daya). Dari peluru yang berkaliber 4,5 hingga peluru yang berkaliber 12,7. Bahkan, kadang dengan bazoka dan bom. Mereka membombardir kita dengan tuduhan-tuduhan keji.
Apakah kita akan berhenti?
Tentu tidak!
Kita bukan pemecah belah umat.
Kita bukan pemberontak, bukan pengacau keamanan.
Kita bukan orang yang berbuat jahat atau membuat makar.
Kita hanya menasihati para pemilik hati dengan hujah yang pasti.
Kita hanya guru yang menyampaikan ilmu.
Kita para dai yang mengajak pada kebaikan dunia dan akhirat.
Kalau ajakan kita diterima, kita bersyukur kepada Allah yang menentukan hidayah. Jika tidak, kita akan berkata di hadapan Allah, “Ya Allah, kami sudah menyampaikan.”
وَمَا عَلَيۡنَآ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ
_“Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.”_ *(Yasin: 17)*
لَآ إِكۡرَاهَ فِي ٱلدِّينِۖ
_“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).”_ *(al-Baqarah: 256)*
🌏 *Kunjungi* || http://forumsalafy.net/dakwah-tauhid-adalah-jihad-terbesar/
⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
💬 _*Al Hafidz Ibnu Rajab -rahimahullah ta'ala-*_ berkata :
💺 _"Di antara tanda-tanda ilmu yang bermanfaat adalah ia membimbing pemiliknya agar menjauhi syahwat dunia. Sebesar-besar syahwat dunia adalah kepemimpinan, ketenaran dan pujian._
🌾 _Sesungguhnya pemilik ilmu yang bermanfaat, ia tidak mengaku-ngaku punya ilmu, tidak membanggakannya kepada seorangpun dan tidak pula menisbahkan kebodohan kepada orang lain kecuali yang menyelisihi Sunnah dan Ahlus Sunnah."_
📚 _*Majmu' Ar Rasa'il (3/13)*_
__________________
*📍قال الحافظ ابن رجب رحمه الله تعالى:*
من علامات العِلْم النافع، أنه يدل صاحبه عَلَى الهرب من الدُّنْيَا، وأعظمها الرياسة والشهرة والمدح، وإن صاحب العِلْم النافع لا يدعي العِلْم ولا يفخر به عَلَى أحد، ولا ينسب غيره إِلَى الجهل إلا من خالف السنة وأهلها
مجموع الرسائل (١٣/٣)
🌍 Sumber : *telegram Nataouan*
➖➖➖
🌎 *WhatsApp Salafy Cirebon*
⏯ *Channel Telegram* || https://t.me/salafy_cirebon
📳 *_Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah_*
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚 *RIYADHUSSALAFIYYIN* 📚
《 _Taman-taman salafiyyin_ 》
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📜 *Cinta Karena Allah dan Benci Karena Allah*
*✍🏻 Saudariku, ketahuilah, ikatan iman yang paling kuat tergambar pada diri seseorang yang mencintai sesuatu semata-mata karena Allah dan membenci sesuatu juga semata-mata karena Allah.*
◼ *Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,*
*أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْمُوَالَاةُ فِي اللهِ وَالْمُعَادَاةُ فِي اللهِ، وَالْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ*
*“Ikatan iman yang paling kuat adalah loyalitas karena Allah dan antipati karena Allah, serta cinta karena Allah dan benci karena Allah.”*
*(HR. ath-Thabarani, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah)*
✔ Keimanan seseorang yang menyatakan dirinya beriman kepada Allah akan terlihat pada sikap ini. *Jika keimanannya benar, dia akan mencintai segala sesuatu yang dicintai oleh Allah dan mencintai pelaku-pelakunya. Di samping itu, dia akan membenci segala sesuatu yang dibenci oleh Allah dan membenci para pelakunya.*
💎 Allah subhanahu wa ta’ala memuji Ibrahim ‘alaihissalam dan orang-orang mukmin yang bersama beliau yang menerapkan sikap ini, agar kita meneladani mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
*قَدۡ كَانَتۡ لَكُمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ فِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذۡ قَالُواْ لِقَوۡمِهِمۡ إِنَّا بُرَءَٰٓؤُاْ مِنكُمۡ وَمِمَّا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرۡنَا بِكُمۡ وَبَدَا بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٰوَةُ وَٱلۡبَغۡضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَحۡدَهُ*
*“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa-apa yang kalian ibadahi selain Allah. Kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian, selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja’.”*
*(al-Mumtahanah: 4)*
✔ Ketahuilah, cinta karena Allah dan benci karena Allah adalah makna yang terkandung dalam kalimat _*La ilaha illallah.*_
◼ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
*وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦٓ إِنَّنِي بَرَآءٞ مِّمَّا تَعۡبُدُونَ ٢٦ إِلَّا ٱلَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُۥ سَيَهۡدِينِ ٢٧ وَجَعَلَهَا كَلِمَةَۢ بَاقِيَةٗ فِي عَقِبِهِۦ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٢٨*
“(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapak dan kaumnya, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadahi, selain (Allah) yang telah menciptakanku; sesungguhnya Dia akan memberiku petunjuk.’ Dia (Ibrahim) jadikan kalimat tersebut kekal pada keturunannya agar mereka kembali (berpegang teguh pada kalimat tersebut).”
*(az-Zukhruf: 26—28)*
📚 Para ahli tafsir mengatakan bahwa kalimat yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kalimat tauhid, _*La ilaha illallah.*_ Oleh karena itu, arti ayat tersebut adalah bahwa ucapan Ibrahim ‘alaihissalam terhadap ayah dan kaumnya—yang merupakan makna kalimat tauhid, La ilaha illallah—terus-menerus diwariskan dari generasi ke generasi dari keturunan Ibrahim alaihissalam, yaitu para nabi dan orang-orang yang beriman. Di antara keturunan beliau adalah Nabi kita, Muhammad ﷺ.
📜 Jika kita perhatikan sirah (perjalanan hidup) beliau ﷺ dan orang-orang yang bersama beliau, yaitu para sahabat, niscaya akan kita dapati bahwa keadaan mereka persis seperti keadaan Ibrahim alaihissalam dan orang-orang yang bersamanya yang digambarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala . *Mereka mencintai kaum yang tidak memiliki hubungan kekerabatan sama sekali dengan mereka semata-mata karena keimanan. Sebaliknya, mereka membenci dan memerangi kaum yang paling dekat kekerabatannya dengan mereka semata-mata karena kaum tersebut kafir kepada Allah.*
*◼ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,*
*لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٖ مِّنۡهُۖ وَيُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱللَّهِۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٢٢*
*“Tidak akan engkau dapati bahwa suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah mengokohkan keimanan dalam hati mereka, menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung.”*
*(al-Mujadilah: 22)*
📖 Ayat ini sangat tegas menunjukkan bahwa tidak akan pernah ada orang yang beriman kepada Allah berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Keimanan seseorang kepada Allah mengharuskan hilangnya kecintaan kepada musuh-musuh Allah. Sebab, kedua hal tersebut saling berlawanan. Jadi, keberadaan salah satu dari keduanya mengharuskan hilangnya yang lain.
💡 Asy-Syaikh as-Sa’di _rahimahullah_ berkata,
*"Adapun orang yang beranggapan bahwa dia beriman kepada Allah dan hari akhir, tetapi berkasih sayang kepada musuh-musuh Allah dan mencintai orang yang meninggalkan iman di belakang punggungnya, keimanannya hanyalah pengakuan, tidak ada hakikatnya. Setiap hal membutuhkan pembuktian akan kebenarannya. Adapun semata-mata pengakuan, tidak ada manfaatnya dan pengucapnya tidak akan dibenarkan."*
*(Lihat Taisir al-Karimir Rahman)*
🌴 Yang menunjukkan hal ini dari sirah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam adalah hijrah beliau dari Mekah menuju Madinah. Hijrah tersebut wajib bagi Rasulullah dan para sahabat beliau. *Mereka meninggalkan kampung halaman dan sanak kerabat karena Allah. Mereka berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya walaupun masih terhitung kerabat terdekat mereka sendiri.* *Mereka menuju ke suatu tempat yang banyak penduduknya telah menerima Islam, yaitu kaum Anshar. Kaum Anshar pun mencintai kaum Muhajirin yang datang kepada mereka, bahkan lebih mengutamakan Muhajirin daripada diri mereka sendiri, walaupun mereka sendiri sangat membutuhkan apa yang mereka berikan kepada Muhajirin. Padahal, kebanyakan kaum Anshar tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan para pendatang tersebut.*
*(Lihat al-Hasyr: 8—9)*
*💎 Semua itu mereka lakukan hanya dengan satu alasan, yaitu keimanan. Mereka melakukan semua itu karena Allah.*
*✔ Hal lain yang menunjukkan sikap cinta dan benci karena Allah adalah sikap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam kepada paman beliau, Abu Thalib, yang meninggal dalam keadaan musyrik.* Beliau menyatakan, “Aku akan senantiasa memintakan ampun untukmu selama aku tidak dilarang.” Lalu turunlah ayat-Nya,
*مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن يَسۡتَغۡفِرُواْ لِلۡمُشۡرِكِينَ وَلَوۡ كَانُوٓاْ أُوْلِي قُرۡبَىٰ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُمۡ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ١١٣*
*“Tidak sepantasnya Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun bagi orang-orang musyrik, walaupun dari kalangan kerabat mereka sendiri, setelah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penduduk neraka Jahim (mati di atas kesyirikan).”*
*(at-Taubah: 113)*
*⛔ Maka dari itu, beliau pun berhenti memintakan ampun untuk paman beliau dan berlepas diri darinya, walaupun semasa hidupnya sang paman sangat sayang kepada beliau dan sangat besar pembelaannya terhadap beliau. Kisah tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya.*
*⚠Sebagaimana halnya sikap antipati dibangun di atas keimanan, demikian pulalah loyalitas dan kecintaan.*
◼ Allah berfirman,
*وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ*
*“Orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah wali (pelindung dan penolong) bagi se٢٢gian yang lain.”*
*(at-Taubah: 71)*
◼Allah juga berfirman,
*إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمۡ رَٰكِعُونَ ٥٥*
*“Sesungguhnya wali (pelindung dan penolong) kalian adalah Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman yang menegakkan shalat dan menunaikan zakat dalam keadaan tunduk.”*
*(al-Maidah: 55)*
📖 Banyak sekali ayat yang semakna dengannya di dalam al-Qur’an.
🛡Ketahuilah, Saudariku, prinsip ini akan menjadikan seseorang senantiasa berada di atas al-haq (kebenaran) dan akan selalu berpegang padanya. Dia tidak peduli meskipun yang menyelisihi al-haq tersebut adalah orang yang paling dia sayangi, orang yang paling dekat kekerabatannya dengannya, atau orang yang paling berjasa terhadap dirinya, dst. Dia tetap berlepas diri darinya karena al-haq lebih dia cintai daripada apa pun dan siapa pun. Dia meyakini bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya adalah kebenaran, sedangkan segala sesuatu yang menyelisihinya adalah kebatilan. *Prinsip inilah yang disebut al-wala’ wal bara’ (cinta dan benci karena Allah) di dalam Islam.*
_Wallahu a’lam bish-shawab._
*✍🏻 Penulis : Al-Ustadz Syafi’i bin Shalih al-Idrus حفظه الله*
🌐 Sumber : https://qonitah.com/cinta-karena-allah-dan-benci-karena-allah/
➖ ➖ ➖ ➖ ➖
*🕌 _“Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan barokah lebih banyak dan lebih besar, insyaAllah.”*_
📲 *Join Telegram* :
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Fawaaid, Info Khatib Jum'at & Kajian Dauroh (Tabligh Akbar) di BARLINGMASCAKEB dan Sekitarnya* :
📚 https://telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
*Unduh Video Fawaid, Audio Kajian/Dauroh* :
📥 https://telegram.me/AKSI_AudioKajianSalafyIndonesia
Nilai Ilmu dan Akal
Segala sesuatu jika melimpah akan murah nilainya kecuali ilmu dan akal, setiap bertambah salah satunya pasti akan semakin mahal nilainya.
(Abdul ’Aziz As-Salman, Iyqaazhu Ulil Himamil ‘Aliyyah, hal. 20)
================
Hakikat Mencari Ilmu dan Harta
Carilah ilmu dan harta di dalam kehidupan.
Ilmu untuk menghilangkan kebodohan dari dirimu dan orang-orang mukmin.
Adapun harta untuk menggunakannya dalam perkara yang Allah ridhai, bukan untuk mengumpulkan dan berbangga-bangga, yang dengan keduanya kamu menjaga kepemimpinan atas manusia.
Karena sesungguhnya manusia terbagi dua: orang khusus dan orang awam.
◽️ Orang-orang khusus (pilihan) dari orang mukmin mengutamakanmu dikarenakan kebaikanmu.
◽️ Sedangkan orang awam memandangmu berdasarkan apa yang kamu miliki.
(Abdul ’Aziz As-Salman, Iyqaazhu Ulil Himamil ‘Aliyyah, hal. 70)
================
Perbandingan Ilmu dan Harta
Ilmu itu lebih baik dari harta karena ilmu akan menjagamu. Adapun harta, kamu yang menjaganya.
(As-Sa’di, Ar-Riyadhun Nadhirah, hal. 68)
================
Harta itu Pelayanmu
Sesungguhnya harta ini, yang kamu terus berusaha untuk mendapatkannya, kenyataannya ia diciptakan bagimu.
Lalu, bagaimana kamu menjadikan dirimu sebagai pelayan bagi harta itu? Seharusnya, harta itu yang menjadi pelayanmu.
(Al-Utsaimin, http://ar.miraath.net/book/Advice-for-traders)
================
Hindari Kebodohan!
Kebutaan itu lebih baik daripada kebodohan.
Karena, yang dikhawatirkan dari kebutaan adalah jatuh ke dalam lubang sedangkan yang ditakutkan dari kebodohan adalah terjerumus dalam kebinasaan.
(Abdul ’Aziz As-Salman, Iyqaazhu Ulil Himamil ‘Aliyyah, hal. 18)
📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚
Ψ¨Ψ³Ω Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΨΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΨΩΩ Assalamu'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π± π Segala pujian hanya m...